
TL;DR
Untuk jadi model profesional, Anda perlu memenuhi syarat fisik minimum (tinggi 170 cm untuk wanita, 180 cm untuk pria di segmen fashion), membangun portofolio foto, bergabung dengan agensi, dan rutin ikut casting. Penghasilan model pemula berkisar Rp500.000 hingga Rp2 juta per sesi, sedangkan model berpengalaman bisa mencapai belasan juta per job.
Banyak orang tertarik dengan dunia modeling, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Karier sebagai model bukan hanya soal penampilan fisik, meski itu memang salah satu faktornya. Industri ini punya jalur masuk yang cukup jelas, dan siapa pun bisa mencoba asal tahu caranya. Jika Anda serius ingin tahu cara jadi model, artikel ini membahas syarat, langkah, dan hal-hal praktis yang perlu Anda siapkan.
Jenis Model dan Segmennya
Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, penting untuk memahami bahwa “model” bukan satu profesi tunggal. Ada beberapa segmen dengan syarat dan peluang yang berbeda.
Model fashion atau runway adalah yang paling sering dibayangkan orang. Segmen ini memiliki standar fisik paling ketat: tinggi minimal 170 cm untuk wanita dan 180 cm untuk pria, dengan proporsi tubuh tertentu. Ini adalah segmen yang paling kompetitif dan banyak pekerjanya beroperasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bali.
Model komersial lebih fleksibel soal fisik. Wanita dengan tinggi 155-175 cm sudah bisa masuk di segmen ini. Pekerjaan model komersial mencakup iklan produk, foto katalog, materi promosi merek, hingga konten media sosial untuk brand. Permintaannya lebih stabil karena hampir semua industri membutuhkan wajah untuk promosi.
Model plus size dan mature juga semakin terbuka seiring perubahan standar industri. Beberapa merek pakaian besar kini secara aktif mencari model dari kelompok ini untuk kampanye inklusivitas mereka.
Syarat Fisik dan Non-Fisik
Syarat fisik memang ada, tapi bukan satu-satunya penentu. Berikut gambaran umumnya untuk segmen fashion dan komersial.
Syarat Fisik Model Fashion
- Tinggi badan wanita: minimal 170 cm
- Tinggi badan pria: minimal 180 cm
- Berat badan proporsional sesuai tinggi
- Kulit sehat tanpa bekas luka yang sulit ditutup makeup
- Postur tubuh tegak dan proporsional
Syarat Fisik Model Komersial
- Tinggi badan wanita: 155-175 cm
- Pria: minimal 170 cm
- Penampilan bersih dan terawat
- Ekspresi wajah yang komunikatif di depan kamera
Di luar fisik, ada kualitas yang justru sering membedakan model biasa dengan model yang benar-benar bertahan di industri ini. Kepercayaan diri di depan kamera, kemampuan menerima arahan fotografer atau sutradara, konsistensi menjaga penampilan, dan profesionalisme dalam menepati jadwal adalah hal-hal yang sering disebutkan agensi model saat mengevaluasi kandidat. Fisik bisa diperbaiki, tapi sikap profesional jauh lebih susah diajarkan.
Baca juga: Laba Neto Adalah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya
Cara Jadi Model: Langkah Praktis dari Nol
1. Tentukan Segmen yang Sesuai
Mulai dengan jujur menilai diri sendiri. Jika tinggi Anda di bawah syarat model runway, fokus ke model komersial atau beauty. Tidak perlu memaksakan masuk ke segmen yang tidak cocok secara fisik, karena banyak model sukses yang berkarier panjang di segmen komersial dengan penghasilan yang sangat baik.
2. Bangun Portofolio Foto
Portofolio adalah kartu nama Anda di industri ini. Untuk pemula, tidak harus langsung menyewa fotografer profesional mahal. Mulai dengan sesi foto sederhana yang menampilkan berbagai ekspresi, pose, dan gaya berpakaian. Yang penting adalah kualitas foto cukup baik dan memperlihatkan kemampuan Anda berekspresi di depan kamera.
Setelah punya beberapa foto yang layak, kumpulkan menjadi lookbook digital. Saat ini banyak agensi yang menerima portofolio dalam format PDF atau tautan ke galeri online. Menurut Sekolah Modeling Indonesia, portofolio minimal harus mencakup foto wajah close-up, foto badan penuh, dan minimal satu sesi yang menampilkan ekspresi berbeda.
3. Bergabung dengan Agensi Model
Agensi adalah jalur masuk paling umum ke industri modeling profesional. Mereka yang menghubungkan Anda dengan klien, mengelola jadwal, dan biasanya mengambil komisi 15-20% dari setiap pekerjaan. Agensi terkemuka di Indonesia antara lain berlokasi di Jakarta, dan beberapa menerima pendaftaran online.
Hati-hati dengan “agensi” yang meminta bayaran di muka untuk pendaftaran atau kursus wajib. Agensi yang sah biasanya tidak memungut biaya pendaftaran karena mereka menghasilkan uang dari komisi kerja, bukan dari modal awal model. Ini adalah tanda peringatan yang sering diabaikan oleh pemula.
4. Aktif di Media Sosial
Instagram dan TikTok sekarang menjadi portofolio hidup bagi banyak model. Konsistensi posting foto atau video berkualitas, penggunaan hashtag yang tepat, dan engagement dengan komunitas fashion bisa membuka peluang yang tidak datang lewat jalur agensi konvensional. Beberapa model komersial sekarang mendapatkan pekerjaan langsung dari brand yang menemukan mereka di media sosial.
5. Ikuti Casting secara Aktif
Casting adalah proses seleksi di mana klien atau agensi memilih model untuk proyek tertentu. Jangan lewatkan kesempatan ini, bahkan ketika belum yakin Anda akan dipilih. Setiap casting memberi pengalaman, memperluas jaringan, dan memperkenalkan Anda pada lebih banyak pihak di industri. Informasi casting biasa disebarkan lewat agensi, grup komunitas model di media sosial, atau situs seperti LowonganModel.com.
Kelas Modeling: Perlu atau Tidak?
Pertanyaan ini sering muncul dari pemula. Jawabannya: tidak wajib, tapi bisa membantu. Kelas modeling mengajarkan teknik berjalan di runway, cara berpose, ekspresi di depan kamera, dan cara berinteraksi secara profesional dengan klien dan kru. Bagi yang benar-benar belum punya pengalaman di depan kamera, beberapa sesi kelas bisa mempercepat kurva belajar.
Namun, banyak model sukses yang tidak pernah mengambil kelas formal dan belajar langsung dari pengalaman di lapangan. Jika anggaran terbatas, fokuslah dulu pada portofolio dan casting. Kelas bisa diambil belakangan jika sudah ada penghasilan dari pekerjaan pertama.
Berapa Penghasilan Model di Indonesia?
Penghasilan model sangat bervariasi tergantung segmen, pengalaman, dan jenis pekerjaan. Berdasarkan data dari Dealls, model pemula umumnya mendapatkan Rp500.000 hingga Rp2 juta per sesi foto atau iklan. Model dengan pengalaman beberapa tahun dan portofolio yang kuat bisa mengantongi Rp5 juta hingga Rp15 juta per job, tergantung klien dan scope pekerjaan.
Model yang sudah punya nama dan bekerja dengan brand nasional atau internasional bisa menghasilkan jauh lebih besar, terutama untuk kampanye besar yang membutuhkan hak penggunaan gambar jangka panjang. Selain fee per pekerjaan, model yang aktif di media sosial juga kerap mendapatkan penghasilan tambahan dari endorsement dan kolaborasi brand.
Tips Menjaga Karier Modeling Tetap Berkembang
Masuk ke industri adalah satu hal, bertahan dan berkembang adalah hal lain. Beberapa hal yang membedakan model yang karier-nya pendek dengan yang bertahan lama:
- Jaga kesehatan kulit, rambut, dan tubuh secara konsisten, bukan hanya menjelang pekerjaan
- Selalu tepat waktu dan siap di setiap sesi, karena reputasi profesional dibangun dari kebiasaan kecil
- Perbarui portofolio secara berkala agar mencerminkan perkembangan penampilan dan kemampuan terkini
- Bangun jaringan dengan fotografer, makeup artist, dan stylist karena kolaborasi sering membuka peluang baru
- Diversifikasi jenis pekerjaan agar tidak tergantung pada satu segmen atau satu agensi saja
Karier model memang kompetitif, tapi bukan tidak bisa dimasuki. Dengan persiapan yang tepat dan sikap profesional sejak awal, peluang untuk berkembang di industri ini tetap terbuka lebar, termasuk bagi mereka yang baru memulai dari nol.